Menjadi sebuah impian bagi seorang peneliti untuk bisa mendapatkan rekognisi di kancah internasional dan hal ini tengah dilakukan oleh Gerry Utama. Impian ini berjalan linier dengan visi dan misi UGM untuk terus mendukung potensi-potensi yang dimiliki oleh keluarga besar Gadjah Mada. Salah satu aksi nyata yang telah dilakukan, ketika Ibu Ova Emilia, selaku rektor UGM, menerima kehadiran Gerry di ruang rektor pada 22 Januari 2024 dan berkomitmen untuk terus mendampingi langkah Gerry kedepannya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Biro Manajemen Strategis UGM mengadakan pertemuan pada Kamis, 20 Februari 2025, di Ruang Rektor UGM, dengan dihadiri oleh sejumlah akademisi dan peneliti terkemuka beserta Gerry. Pertemuan ini menjadi salah satu langkah awal untuk menyusun strategi agar Indonesia ke depan dapat bergerak dan tergabung dalam Traktat Antartika serta berkolaborasi di kancah internasional.
Pertemuan tersebut dibuka oleh Ibu Wirastuti Widyatmanti selaku Kepala Biro Manajemen Strategis UGM, yang menekankan pentingnya keterlibatan Indonesia dalam Traktat Antartika. Beliau menyatakan bahwa UGM siap mengawal proses ini dan memastikan isu Antartika mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak.
Gerry Utama, alumnus Fakultas Geografi UGM yang baru-baru ini berpartisipasi dalam Russian Antarctica Expedition (RAE), mengungkapkan bahwa respons dari Rusia sangat positif terhadap keterlibatan Indonesia. Namun, diperlukan dukungan internal dari UGM untuk menindaklanjuti kerja sama ini. Gerry juga menyoroti momentum Indonesia dalam forum BRICS sebagai kesempatan emas untuk membahas isu geografis secara lebih luas.
Lebih dalam lagi, Prof. Khoirul Rosyadi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk Rusia, menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Rusia. Beliau menyoroti pentingnya pembukaan program Sastra Rusia di UGM, mengingat saat ini hanya Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia yang memiliki program tersebut. Selain itu, Prof. Khoirul juga menyampaikan adanya tawaran dari Rusia untuk mempelajari teknologi nuklir yang diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait di UGM.
Bersamaan dengan hal tersebut, Prof. Puji Astuti, Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, melaporkan bahwa terdapat beberapa kerja sama yang telah terjalin antara UGM dan institusi di Rusia. Prof. Puji mengusulkan evaluasi serta pemetaan ulang terhadap kerja sama yang ada guna mengoptimalkan potensi yang tersedia.
Kolaborasi serta pengambilan langkah inisiasi awal menjadi poin utama yang ditekankan dalam pertemuan ini. “Harapannya UGM juga bisa bersama-sama berkolaborasi dan ke depan ini bisa menjadi suatu langkah yang bermanfaat bagi semuanya,” ujar Prof. Khoirul sembari menegaskan bahwa pintu kolaborasi dan pengembangan, terutama dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, terbuka lebar.
Dalam diskusi tersebut, disepakati beberapa langkah strategis yang nantinya akan bersama-sama diinisiasi dengan mimpi besar menyambut peluang yang terbuka lebar ini. “Jangan sampai isu ini meredup dan kesempatan ini tidak dimanfaatkan secara maksimal,” tegas Gerry yang mendapat persetujuan dari Prof. Khoirul. Pertemuan ini mencerminkan komitmen UGM dalam mendorong partisipasi aktif Indonesia dalam Traktat Antartika serta memperkuat kerja sama akademik dan penelitian dengan Rusia.
Penulis dan dokumentasi: Jason Tambayong