Universitas Gadjah Mada Tropical-Polar Interconnection
Research Group
  • Berita
  • Galeri
  • Publikasi
  • ID
    • EN
    • ID
  • Beranda
  • Publikasi
  • Penemuan Geologi Baru di Antartika Timur: Batuan Tenmondai Mengungkap Sejarah Kerak Bumi yang “Berlawanan Arah Jarum Jam”

Penemuan Geologi Baru di Antartika Timur: Batuan Tenmondai Mengungkap Sejarah Kerak Bumi yang “Berlawanan Arah Jarum Jam”

  • Publikasi
  • 30 Maret 2026, 01.32
  • Oleh: admin
  • 0

Sebuah tim peneliti internasional berhasil mengungkap sejarah evolusi geologi yang mengejutkan di Kompleks Lützow-Holm (LHC), Antartika Timur. Untuk pertama kalinya, para ilmuwan menemukan bukti jalur evolusi Tekanan-Suhu (P-T) yang “berlawanan arah jarum jam” (counter-clockwise) pada wilayah tersebut. Penemuan ini menantang pemahaman para ahli geologi selama ini yang meyakini bahwa batuan dasar di Kompleks Lützow-Holm secara umum hanya memiliki jalur evolusi metamorfisme yang “searah jarum jam” (clockwise).

Kompleks Lützow-Holm merupakan sabuk orogenik (pembentukan pegunungan) dari era Ediacaran hingga Kambrium yang terbentuk akibat tabrakan antara benua purba Gondwana Timur dan Barat. Selama ekspedisi Japanese Antarctic Research Expedition ke-58 (2016-2017), tim peneliti menemukan kejanggalan pada batuan kyanite-bearing pelitic gneiss yang diambil dari formasi Tenmondai Rock.

Gambar: Peta kawasan Kompleks Lützow-Holm di pesisir Antartika Timur dan peta geologi Tenmondai Rock

Berbeda dengan temuan sebelumnya di mana mineral kyanit hanya ditemukan terperangkap (sebagai inklusi) di dalam mineral lain, kali ini para peneliti menemukan kristal kyanit yang tumbuh secara independen di dalam matriks batuan. Bukti tekstur metamorf ini, digabungkan dengan pemodelan dan data geobarometri, menunjukkan bahwa batuan tersebut mengalami peningkatan tekanan terlebih dahulu sebelum mencapai puncak kondisi suhunya. Suhu dan tekanan memuncak pada kisaran 9 ± 0.5 kbar dan 770–820 °C, sebelum akhirnya mendingin kembali ke area stabilitas kyanit.

Gambar: Penampakan mineral kyanit di lapangan dan tampilan mikroskopis mineral kyanit

Fakta bahwa para peneliti menemukan batuan dengan sejarah pembentukan searah jarum jam (clockwise) dan berlawanan arah jarum jam (counter-clockwise) di area yang berdekatan menunjukkan bahwa sejarah metamorfisme di kawasan ini jauh lebih rumit daripada yang diasumsikan sebelumnya.

Tim mengajukan hipotesis bahwa jalur pembentukan yang berlawanan arah jarum jam ini dipicu oleh penebalan kerak bumi akibat kompresi (tekanan) tektonik yang terjadi setelah proses magmatisme. Proses ini diduga kuat menyatukan lapisan-lapisan batuan yang sebelumnya berada di tingkat kedalaman dan waktu pembentukan yang berbeda menjadi satu wilayah yang berdekatan.

Penemuan yang merupakan hasil kolaborasi peneliti dari Jepang, Thailand, Indonesia, dan Mongolia ini membuka wawasan baru terkait proses tektonik kompleks yang menyatukan lempeng-lempeng benua di Antartika Timur pada ratusan juta tahun silam.

SUMBER ARTIKEL:
  • Judul: Counter–clockwise P–T history deduced from kyanite–bearing pelitic gneiss in Tenmondai Rock, Lützow–Holm Complex, East Antarctica.
  • Jurnal: Journal of Mineralogical and Petrological Sciences, Volume 118, 2023.
  • Penulis: Sotaro Baba, Prayath Nantasin, Atsushi Kamei, Ippei Kitano, Yoichi Motoyoshi, Nugroho I. Setiawan, Davaa–ochir Dashbaatar, dan Tomokazu Hokada.
  • Afiliasi: University of the Ryukyus (Jepang), Kasetsart University (Thailand), Shimane University (Jepang), Kyushu University (Jepang), Hokkaido University Museum (Jepang), National Institute of Polar Research (Jepang), Universitas Gadjah Mada (Indonesia), Mongolian University of Science and Technology (Mongolia), dan SOKENDAI (Jepang).
  • DOI: https://doi.org/10.2465/jmps.221202

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Recent Posts

  • Ancaman Intrusi Air Laut di Pesisir Semarang Barat, Peneliti Ingatkan Pentingnya Konservasi Air Tanah
  • Kristal Zirkon Antartika Simpan Rekaman Tabrakan Lempeng Ratusan Juta Tahun Lalu
  • Alumnus Biologi UGM Ezra Timothy Nugroho Jelajahi Antartika Bersama Tim Peneliti Internasional dalam Ekspedisi COOKIES 2026
  • “Kapsul Waktu” di Batuan Antartika Patahkan Teori Lama Pembentukan Benua Super Gondwana
  • Batu Metamorf Mengandung Kristal Garnet Melengkung di Antartika Timur Ungkap Rahasia Pergerakan Kerak Bumi Purba

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Universitas Gadjah Mada

Tropical-Polar Interconnection Research Group

© Tropical-Polar Interconnection Research Group UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY