Universitas Gadjah Mada Tropical-Polar Interconnection
Research Group
  • Berita
  • Galeri
  • Publikasi
  • ID
    • EN
    • ID
  • Beranda
  • Berita
  • Gerry Utama, Lulusan Fakultas Geografi UGM Raih Rekor MURI sebagai Penjelajah Antarktika Termuda dari Indonesia

Gerry Utama, Lulusan Fakultas Geografi UGM Raih Rekor MURI sebagai Penjelajah Antarktika Termuda dari Indonesia

  • Berita
  • 1 Oktober 2025, 10.17
  • Oleh: admin
  • 0

Gerry Utama, lulusan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2011, menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai warga Indonesia termuda yang berhasil menjejakkan kaki di Benua Antarktika pada usia 30 tahun. Penghargaan tersebut diberikan atas partisipasinya dalam 69th Russian Antarctic Expedition yang diselenggarakan oleh Arctic and Antarctic Research Institute (AARI), Rusia. Penyerahan penghargaan berlangsung di Kantor MURI, Jakarta, pada Senin (22/9).

Ekspedisi ke-69 Russian Antarctic Expedition adalah misi penelitian rutin yang digelar AARI, lembaga riset yang berbasis di Saint Petersburg. Keterlibatan Gerry dalam ekspedisi tersebut merupakan bagian dari kurikulum akademik saat ia menempuh studi magister di Saint Petersburg State University pada bidang Paleogeografi Kuarter, yang kemudian dilanjutkan hingga jenjang doktoral di universitas yang sama.

Alumnus asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan ini mencatat sejarah sebagai orang Indonesia, bahkan Asia, yang pertama memperoleh akses mengikuti program riset Antarktika yang dijalankan pemerintah Rusia. Ia menilai momen tersebut bertepatan dengan peringatan 74 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Rusia, sehingga menjadi momentum yang baik bagi kerja sama kedua negara.

Menurut Gerry, kesempatan yang diberikan kampus Saint Petersburg State University untuk terlibat dalam eksplorasi Antarktika merupakan peluang langka, terlebih Indonesia belum meratifikasi Traktat Antarktika yang menjadi dasar keterlibatan penuh suatu negara dalam aktivitas riset di kawasan tersebut. Selain faktor administratif, tantangan terbesar selama ekspedisi adalah kondisi cuaca ekstrem dengan suhu mencapai minus 50 derajat Celsius, serta penyesuaian waktu mengikuti operasional kapal dan stasiun riset milik Rusia.

Dalam ekspedisi itu, Gerry berkontribusi dalam penyusunan peta geomorfologi Pulau King George. Ia juga menemukan fosil kayu berusia sekitar 130 juta tahun yang menjadi bukti bahwa Antarktika. “Hasil penemuan fosil kayu ini merupakan bukti bahwa Kawasan Antarktika pernah ditutupi vegetasi hijau yang subur pada masa lampau,” ujarnya.

Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah saat pertama kali mendarat di Stasiun Mirny, stasiun Antarktika pertama milik Pemerintah Rusia yang berada di daratan utama benua tersebut. Ia mengapresiasi mobilisasi logistik yang terorganisasi dengan baik menggunakan Kapal Akademik Tryoshnikov yang mengantarkan tim menuju Antarktika.

Gerry berharap penghargaan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi Indonesia untuk lebih aktif terlibat dalam riset Antarktika, terutama dalam konteks perubahan iklim global. Ia menilai Indonesia memiliki potensi menjadi hub riset Antarktika di kawasan ASEAN melalui langkah-langkah konkret pengembangan penelitian kutub.

Secara pribadi, ia berkomitmen untuk melanjutkan studi doktoral dan riset yang telah dirintis guna mendukung keterlibatan Indonesia dalam eksplorasi Antarktika. Menurutnya, data dari kawasan kutub dapat dikaitkan dengan wilayah tropis seperti Indonesia untuk menghasilkan analisis ilmiah yang lebih komprehensif, khususnya dalam disiplin ilmu Geografi.

Kepada mahasiswa dan peneliti muda, Gerry berpesan agar berani mengejar mimpi dan mempersiapkan diri sejak dini, termasuk menjaga kebugaran fisik. Menjaga kebugaran fisik dapat dimulai dari rutinitas bangun tidur lebih awal, kemudian berolahraga untuk menjaga fisik tetap prima. “Sebagai peneliti khususnya pada bidang riset kutub, selain diharuskan untuk matang secara ilmu pengetahuan, juga dituntut untuk memiliki fisik yang sehat dan bugar untuk dapat bertahan dalam melakukan pekerjaan dengan kondisi cuaca yang sangat ekstrem dingin,” pungkasnya.

Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/jadi-peneliti-termuda-jelajah-antartktika-alumnus-ugm-gerry-utama-raih-rekor-muri/

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Recent Posts

  • Alumnus Biologi UGM Ezra Timothy Nugroho Jelajahi Antartika Bersama Tim Peneliti Internasional dalam Ekspedisi COOKIES 2026
  • UGM dan Kementerian Luar Negeri Gelar Seminar “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” dan Luncurkan Tropical–Polar Interconnection Research Group
  • Ancaman Intrusi Air Laut di Pesisir Semarang Barat, Peneliti Ingatkan Pentingnya Konservasi Air Tanah
  • Indonesia Perkuat Diplomasi Sains dan Kerja Sama Antarktika dengan Argentina dan Chile
  • Diskusi Peluang Indonesia sebagai Observer Dewan Arktik, Dr. Nugroho Imam Setiawan menjadi anggota Delegasi Republik Indonesia

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Universitas Gadjah Mada

Tropical-Polar Interconnection Research Group

© Tropical-Polar Interconnection Research Group UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY