Nugroho Imam Setiawan, Ph.D., dosen Departemen Teknik Geologi UGM, telah tiba di Antartika pada Jumat (23/12) dengan menggunakan kapal ekspedisi Jepang, Shirase. Kedatangannya merupakan bagian dari keikutsertaannya dalam Japan Antarctic Research Expedition (JARE) ke-58 untuk penelitian geologi. Saat ini, kapal tersebut berhenti di Teluk Lutzow-Holm, sekitar 10 kilometer dari Stasiun Penelitian Syowa milik Jepang. Nugroho melaporkan suhu rata-rata mencapai -5°C dengan kondisi matahari bersinar 24 jam. Teknologi pemecah es pada kapal Shirase menarik perhatian koloni penguin Adelie yang mengikuti jejak kapal untuk mencari ikan.

Dari atas kapal, tim peneliti dapat mengamati Pegunungan Langhovde yang menjadi salah satu target penelitian batuan metamorf mereka. Namun, jadwal penelitian lapangan tim geologi mengalami penundaan dari rencana semula 19 Desember menjadi 27 Desember karena adanya kerusakan pada satu helikopter.
Sebelum penelitian geologi dimulai, Nugroho turut berpartisipasi dalam aktivitas tim biologi yang memasang sensor pada 20 anjing laut Weddel Seal untuk mempelajari habitatnya. Nama “GAMA” yang diusulkannya, berasal dari singkatan Gadjah Mada, terpilih sebagai nama salah satu anjing laut betina dalam penelitian tersebut. Tim geologi, di mana Nugroho menjadi satu-satunya anggota dari Asia Tenggara, akan memulai kerja lapangan selama 41 hari mulai 27 Desember 2016 hingga 5 Februari 2017.
Penulis: Humas UGM
Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/13096-peneliti-ugm-tiba-di-antartika/