Universitas Gadjah Mada Tropical-Polar Interconnection
Research Group
  • Berita
  • Galeri
  • Publikasi
  • ID
    • EN
    • ID
  • Beranda
  • Berita
  • UGM dan Kementerian Luar Negeri Gelar Seminar “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” dan Luncurkan Tropical–Polar Interconnection Research Group

UGM dan Kementerian Luar Negeri Gelar Seminar “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” dan Luncurkan Tropical–Polar Interconnection Research Group

  • Berita
  • 12 Februari 2026, 16.45
  • Oleh: admin
  • 0

Yogyakarta, 12 Februari 2026 — Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyelenggarakan seminar bertajuk “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” sekaligus meluncurkan Tropical–Polar Interconnection Research Group. Kegiatan ini menjadi forum akademik dan kebijakan untuk memperdalam pemahaman mengenai keterkaitan dinamika wilayah tropis dan kutub serta implikasinya bagi kepentingan nasional Indonesia.

Wilayah kutub, yang mencakup Arktik dan Antarktika, memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan sistem iklim global. Perubahan yang terjadi di wilayah tersebut, seperti mencairnya lapisan es, perubahan sirkulasi laut, dan dinamika atmosfer, terhubung secara erat dengan sistem iklim di kawasan tropis. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, keterkaitan ini berdampak langsung pada kenaikan muka laut, meningkatnya intensitas cuaca ekstrem, serta keberlanjutan ekosistem pesisir dan sumber daya kelautan.

Dalam sambutan pembuka, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menegaskan bahwa perubahan yang terjadi di kawasan Arktik dan Antarktika tidak dapat dipisahkan dari tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai negara kepulauan dan maritim. Oleh karena itu, Indonesia perlu mengambil peran yang lebih aktif sebagai kontributor pengetahuan ilmiah global. Rektor UGM juga menekankan bahwa pengembangan pusat kajian dan riset kutub merupakan langkah strategis untuk memperkuat diplomasi sains, kebijakan berbasis riset, serta meningkatkan kontribusi Indonesia dalam tata kelola iklim global. Dengan kekuatan multidisipliner dan jejaring internasional yang dimiliki, UGM dinilai berada pada posisi strategis untuk berkontribusi dalam penguatan riset kutub di tingkat nasional dan regional.

Sejalan dengan pandangan tersebut, H.E. Amb. Kamapradipta Isnomo, Penasihat Menteri Luar Negeri RI Bidang Sosial, Budaya, dan Pembangunan Manusia, menegaskan bahwa kawasan kutub memainkan peran vital dalam menjaga stabilitas sistem iklim global sekaligus semakin menempati posisi sentral dalam dinamika geopolitik dan tata kelola internasional. Indonesia memiliki peluang untuk terlibat melalui kerja sama ilmiah dan penguatan jejaring riset. Ia juga menyoroti peran strategis pentingnya peran perguruan tinggi, termasuk UGM, dalam membangun riset interdisipliner dalam kajian kawasan kutub dan mengapresiasi inisiatif Pusat Studi Polar untuk mendorong riset lintas disiplin, memperkuat kapasitas akademik, dan menyiapkan generasi ahli di bidang ini.

Seminar ini juga menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang diplomasi dan akademik, antara lain Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E. Amb. Sten Frimodt Nielsen, Duta Besar Chile untuk Indonesia H.E. Amb. Mario Ignacio Artaza Loyola, Prof. Indra Overland dari Norwegian Institute of International Affairs , Hendra Oktavianus dan Andre Omer Siregar selaku diplomat senior Kementerian Luar Negeri serta Ratih Damayanti selaku Direktur Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, dan Ketenaganukliran BRIN. Para pembicara membahas isu-isu strategis dalam dua sesi utama, yaitu Strategic Importance of Indonesia’s Engagement in Polar Cooperation: A Geopolitical and Diplomatic Perspective serta Polar Research and Science for the Future of the Global Climate: Indonesia’s Roles and Opportunities. Dalam sesi kedua, perwakilan tim riset polar UGM: Nugroho Imam Setiawan, D.Sc., Mukhlish Jamal Musa Holle, D.Phil., Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Sena Adi Subrata, S.Hut., M.Sc., dan Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D. memaparkan kajian yang pernah dilakukan terkait riset tropik-polar dan disampaikan pula Conceptual Framework dari Tropical–Polar Interconnection Research Group.

IMG_7511
IMG_7391
IMG_7462
IMG_7474
IMG_7485
IMG_7489
IMG_7494
IMG_7497
IMG_7503

Menutup rangkaian seminar, Prof. Dr. Todung Mulya Lubis, S.H., LL.M. menegaskan bahwa kawasan kutub merupakan contoh penting tata kelola internasional berbasis sains, hukum, dan kerja sama multilateral. Ia menekankan bahwa menjaga stabilitas, keberlanjutan, serta pemanfaatan damai kawasan kutub membutuhkan keterlibatan aktif baik dari negara-negara polar maupun non-polar, dengan berlandaskan prinsip keadilan iklim serta hubungan erat antara ilmu pengetahuan dan kebijakan. “Diskusi hari ini mengingatkan kita bahwa masa depan kawasan tropis dan kutub tidak dapat dipisahkan. Indonesia harus terus menempatkan dirinya bukan sekadar sebagai pengamat, melainkan sebagai kontributor aktif dalam riset global, dialog kebijakan, dan kerja sama internasional, khususnya pada inisiatif yang berkaitan dengan kawasan kutub” ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan kontribusi akademik, UGM pada kesempatan ini meluncurkan Tropical–Polar Interconnection Research Group (https://polartropic.wg.ugm.ac.id/), yang terdiri atas dosen dan peneliti UGM dengan pengalaman ekspedisi di wilayah kutub, rekam jejak penelitian terkait keterkaitan tropis–kutub, serta minat riset pada isu-isu interkoneksi kawasan tersebut. Kehadiran kelompok riset ini diharapkan dapat memperkuat basis pengetahuan Indonesia mengenai relasi tropis–kutub, mendorong kolaborasi riset lintas disiplin, serta menjadi model bagi perguruan tinggi lain di Indonesia dalam mengembangkan kajian dan riset wilayah kutub.

Melalui seminar dan peluncuran kelompok riset ini, UGM dan Kementerian Luar Negeri RI menegaskan komitmen untuk memperkuat peran Indonesia dalam percakapan global mengenai wilayah kutub, sekaligus membangun fondasi ilmiah dan kebijakan yang lebih kokoh bagi keterlibatan Indonesia dalam tata kelola iklim dan lingkungan global.

WhatsApp Image 2026-02-12 at 14.32.06
a2
a4
WhatsApp Image 2026-02-12 at 14.32.07 (2)
WhatsApp Image 2026-02-12 at 14.32.07
a1
WhatsApp Image 2026-02-12 at 14.32.07 (1)

Dokumentasi selengkapnya: Dokumentasi Seminar Polar 12 Februari 2026

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Recent Posts

  • Alumnus Biologi UGM Ezra Timothy Nugroho Jelajahi Antartika Bersama Tim Peneliti Internasional dalam Ekspedisi COOKIES 2026
  • UGM dan Kementerian Luar Negeri Gelar Seminar “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” dan Luncurkan Tropical–Polar Interconnection Research Group
  • Ancaman Intrusi Air Laut di Pesisir Semarang Barat, Peneliti Ingatkan Pentingnya Konservasi Air Tanah
  • Indonesia Perkuat Diplomasi Sains dan Kerja Sama Antarktika dengan Argentina dan Chile
  • Diskusi Peluang Indonesia sebagai Observer Dewan Arktik, Dr. Nugroho Imam Setiawan menjadi anggota Delegasi Republik Indonesia

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Universitas Gadjah Mada

Tropical-Polar Interconnection Research Group

© Tropical-Polar Interconnection Research Group UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY